IG Post - Logo ACEH HIJAU

Aceh Utara, 26 Januari 2024 - Santri Pelopor Dayah Jabal Nur dengan bangga menggelar SPJ (Santri Pelopor Jabal Nur) Exhibition dan Talk Show dengan tema “Children’s Rights And The Role Of Parents And Children In Character Formation” pada Jum’at (26/1/2024). Bertempat di ruang kelas dan panggung Dayah Jabal Nur, kegiatan ini bukan hanya pameran seni melainkan ajang penyampaian ekspresi atas capaian belajar Santri Pelopor.

Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak Selasa, 16 Januari 2024 dengan pameran Santri Pelopor yang dilaksanakan   

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Yayasan Aceh Hijau, UNICEF, perwakilan Kemenag Aceh, perwakilan Kemenag Aceh Utara, serta Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

SPJ Exhibition berfungsi sebagai platform bagi pengunjung, termasuk santri, orang tua, tamu, dan pihak dayah, untuk mengevaluasi hasil pembelajaran santri. Selain sebagai ajang pameran, acara ini juga bertujuan sebagai promosi Dayah kepada sekolah-sekolah luar, menyoroti potensi dan prestasi yang telah diraih Santri Pelopor. Dengan fokus menciptakan ketertarikan di kalangan santri, menggugah semangat perubahan karakter, dan menunjukkan bahwa pembelajaran di Santri Pelopor merupakan sebuah gebrakan yang inovatif. Sementara itu, Talk Show SPJ memiliki tujuan penting, yaitu melatih keterampilan public speaking santri Pelopor. Kegiatan ini disusun untuk memberikan wawasan serta perspektif baru.

Penampilan drama “Stop Bullying” dari peserta Santri Pelopor sukses memeriahkan acara. Sejalan dengan tagline yang mereka usung, “Stop bullying, Be caring”, pementasan drama ini menjadi sarana kreatif untuk menyebarkan pesan anti kekerasan dan perundungan di kalangan anak muda dan menekankan pentingnya perilaku saling merangkul dan mengasihi.

Talkshow tentang bullying bersama perwakilan UNICEF Aceh dan Kemenag Aceh Utara menandai puncak acara festival, dilanjutkan penyerahan sertifikat peserta Santri Pelopor Dayah Jabal Nur oleh unsur pimpinan dan UNICEF.

Sebagai Dayah yang begitu ketat memberi pengawasan terhadap potensi-potensi tindak perundungan, Pimpinan Dayah Jabal Nur, Tgk. H.M. Yunus Adami (Abu Yunus), menyampaikan keprihatinan terhadap isu bullying yang beberapa tahun belakangan menjadi permasalahan yang marak terjadi di lingkungan Dayah.

“... persoalan kekerasan dan perundingan identik dengan pondok. Banyak terjadi kekerasan terhadap anak, apalagi anak yang lebih kecil di dayah, bisa sampai mengalami kecacatan fisik. Terima kasih kepada YAHijau dan UNICEF karena telah mengambil peran ini dan memberikan pemahaman, pendidikan karakter tentang bullying dan sebagainya di Dayah Jabal Nur. Dayah Jabal Nur menjaga ketat dan sangat mengawasi bentuk-bentuk bullying di dayah.”

Ada dua tipe pendidikan yang diterapkan di Dayah Jabal Nur yaitu pendidikan formal dan pendidikan informal (kitab) dengan kontek "pengasuhan". Sampai hari ini, Dayah Jabal Nur terus mendapat respon baik dari masyarakat dan mendapat predikat "A+" dari pemerintah Provinsi Aceh. Diharapkan festival Santri Pelopor yang sudah terlaksana ini bisa menjadi momentum katalisator yang membawa Dayah Jabal Nur bertransformasi menjadi Dayah yang inovatif, progresif dan inspiratif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *