IG Post - Logo ACEH HIJAU

Banda Aceh, 14 September 2024 - Yayasan Aceh Hijau bersama UNICEF mengadakan kegiatan Orientasi dan Pelatihan Pemeriksaan Sanitasi Setempat Skala Rumah Tangga Dengan Pelibatan Perguruan Tinggi Untuk Mendukung Cakupan Sanitasi Aman di Kota Banda Aceh Tahun 2024 di Ruang 2BC Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Aceh. Acara ini juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Sebanyak 100 peserta, termasuk mahasiswa, tenaga ahli, dan perwakilan dari berbagai instansi, terlibat dalam upaya meningkatkan cakupan sanitasi aman di Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kerjasama antara perguruan tinggi dan pemerintah, serta meningkatkan pemahaman mengenai sanitasi aman dan penggunaan alat inspeksi seperti Kobo Toolbox. Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat memeriksa sanitasi rumah tangga secara efektif dan mendukung capaian sanitasi aman di Aceh.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes, menyampaikan bahwa, “Kemampuan tenaga kesehatan kita terbatas, maka dari itu kita melibatkan mahasiswa dalam melakukan survey sanitasi rumah tangga agar proses perencanaan peningkatan cakupan sanitasi aman dapat terlaksana dengan baik. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan kerja sama kita semua tetap terus berlanjut,” ujar Bapak Lukman.

Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir mengungkapkan bahwa kegiatan lokakarya ini merupakan sebuah upaya melalui kerja sama UNICEF, Yayasan Aceh Hijau, dan Pemerintah Aceh untuk berupaya mendapatkan data yang lebih akurat tentang status sanitasi aman di kota Banda Aceh. 

“Tidak hanya mengumpulkan data dan mendukung upaya pembangunan pemerintah, namun kegiatan ini semoga bisa menjadi upaya strategis bagi mahasiswa dan akademisi dalam mensuplai informasi kepada pemerintah berbasis data. Kerja sama ini pada akhirnya akan berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan keluarga dan anak-anak Aceh sehingga dapat terhindar dari stunting dan permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh sanitasi yang buruk,” papar Bu Syarifah.

Wakil Dekan 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat UNMUHA, Dr. Farrah Fandhienie, SKM, MPH, mengatakan bahwa, “SKM berfokus pada preventif dan promotif sehingga sangat sesuai dengan upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara FKM dengan Yayasan Aceh Hijau. Sudah ada inspeksi rumah tangga. Semoga nantinya kerja sama ini mencakup ruang lingkup yang lebih besar dalam pengumpulan data yang lebih valid.”

Sementara itu, WASH Consultant UNICEF Perwakilan Aceh, Yulian Gressando, menekankan pentingnya kontribusi dari berbagai pihak dalam peningkatan layanan sanitasi dan tidak hanya bergantung pada kinerja pemerintah.

“Aceh sudah baik dalam hal capaian sanitasi, namun masih ada sekitar 60% desa yang masih melakukan praktik BABS dan perlu kita dorong agar bisa bebas dari BABS. Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki potensi yang sangat besar dalam penelitian, pendataan, inspeksi masyarakat, hingga promosi kesehatan. Melalui aplikasi Kobo Toolbox, mahasiswa akan belajar bagaimana mengintegrasikan IT dengan sektor sanitasi dan berkontribusi kepada Aceh,” terang Pak Yulian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *