BANDA ACEH – Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati 20 tahun tsunami Aceh, Yayasan Aceh Hijau mengadakan Gerakan Menanam 1000 Pohon dengan tema “Pohon untuk Masa Depan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat umum termasuk pemuda dan penduduk lokal terkait pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkelanjutan dalam mencegah perubahan iklim serta mengurangi pemanasan global yang menghindarkan dari bencana alam.
Acara ini berlangsung pada Sabtu (16/11/2024) di kawasan tepi Sungai Tibang, Kota Banda Aceh. Dalam pelaksanaannya, Yayasan Aceh Hijau berkolaborasi dengan RRI Aceh, yang menghadirkan Live Streaming Dialog Luar Studio sebelum dimulainya aksi penanaman pohon. Dialog ini disiarkan melalui Pro 4 FM 88,6 MHz dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., seorang pengamat lingkungan & akademisi USK, dan Aida Fitria, Sp., Petugas Lapangan Pertamanan DLHK 3 Kota Banda Aceh.
Selama dialog, para narasumber membahas pentingnya pohon sebagai solusi terhadap berbagai tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim, banjir, dan kerusakan ekosistem.
Kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang seperti akademisi, mahasiswa, penggiat lingkungan, hingga masyarakat umum. Momentum ini menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi akan pentingnya penghijauan lingkungan, terutama sebagai upaya menghadapi perubahan iklim.
Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina Almazhir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, "InsyaAllah dengan 200 pohon yang kita tanam hari ini, kita sudah mempersiapkan kapasitas untuk menyerap karbon sekitar 5 ton pertahunnya. Tentu ini merupakan upaya baik yang kita lakukan agar kelak muncul lebih banyak usaha-usaha oleh warga masyarakat lainnya, agar Aceh bisa hijau kembali. Dalam rangkaian kegiatan ini, nantinya juga ada beberapa pohon yang akan diberikan ke sekolah-sekolah, yaitu pohon untuk mitigasi bencana, pohon untuk menciptakan keteduhan dan pohon yang dapat dimanfaatkan buahnya."
