Jabatan : Site Supervisor
Unit : Program - Rehabilitasi dan Rekontruksi Dayah Pasca Bencana
Durasi Kontrak : 1-3 bulan
Basis tugas : Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, & Aceh Timur
Kebutuhan Pekerja : 3 (tiga) orang
Melapor kepada : Supervision Engineer
Link Pendaftaran : https://bit.ly/SiteSpAcehHijau26
Deadline : 1 Juli 2026, 14.00 WIB
- Tentang Yayasan Aceh Hijau
Yayasan Aceh Hijau adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkantor di Banda Aceh dan melaksanakan kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia. Yayasan Aceh Hijau bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada:
- Penguatan akses masyarakat ke layanan dasar;
- Penguatan ekonomi;
- Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan;
- Penguatan kapasitas untuk pengurangan risiko & dampak bencana & perubahan iklim;
- Penguatan generasi muda.
- Latar Belakang
Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Sepanjang tahun 2025 tercatat 387 kejadian bencana di Aceh dengan total kerugian mencapai Rp249,5 miliar. Situasi tersebut semakin diperparah ketika pada tanggal 21 November 2025, Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di Selat Malaka memicu hujan ekstrem dan angin kencang yang menyebabkan banjir dan longsor berskala besar di berbagai wilayah Aceh.
Berdasarkan data Pemerintah Aceh, bencana tersebut berdampak langsung terhadap 670.266 kepala keluarga atau sekitar 2,58 juta jiwa yang tersebar di 3.103 gampong pada 200 kecamatan di 18 kabupaten/kota. Sebanyak 529 orang meninggal dunia, 31 orang dinyatakan hilang, dan lebih dari 257 ribu jiwa kehilangan tempat tinggal sehingga harus mengungsi di berbagai lokasi pengungsian sementara. Selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar, bencana ini juga menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur publik, fasilitas kesehatan, sarana air bersih dan sanitasi, serta fasilitas pendidikan.
Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Berdasarkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Aceh, sedikitnya 1.025 satuan pendidikan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Secara khusus, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh menyampaikan bahwa terdapat sekitar 865 dayah yang terdampak bencana dan tersebar di 17 kabupaten/kota. Kerusakan yang terjadi meliputi ruang belajar, asrama santri, fasilitas sanitasi, sumber air bersih, perlengkapan pendidikan, kitab dan buku pembelajaran, serta sarana pendukung lainnya yang menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar dan pengasuhan santri.
Dayah memiliki peran yang sangat strategis dalam masyarakat Aceh. Selain berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan keislaman, banyak dayah, khususnya dayah salafiyah, juga menjadi tempat tinggal dan pengasuhan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak yatim, dan anak anak yang tidak memiliki keluarga. Bagi sebagian masyarakat, dayah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga menjadi jaring pengaman sosial yang menyediakan akses pendidikan, pembinaan karakter, serta kebutuhan dasar dan perlindungan bagi para santri.
Namun demikian, sebagian besar dayah salafiyah menghadapi berbagai keterbatasan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana dasar, rendahnya kapasitas tatakelola dan pengelolaan kelembagaan, keterbatasan sumber pendanaan, lemahnya sistem administrasi, bahkan aspek legalitas dan perizinan lembaga. Kondisi tersebut menyebabkan banyak dayah mengalami kesulitan dalam mengakses dukungan rehabilitasi dan pengembangan pascabencana. Akibatnya, dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir semakin memperburuk kondisi dayah yang sebelumnya telah menghadapi berbagai tantangan.
Hasil asesmen yang dilaksanakan oleh Yayasan Aceh Hijau menunjukkan bahwa bencana banjir dan longsor beberapa waktu yang lalu menimbulkan dampak signifikan terhadap dayah, antara lain kerusakan sarana dan prasarana yang melumpuhkan operasional dayah, krisis air bersih dan sanitasi akibat rusaknya fasilitas air dan sanitasi, terganggunya proses pendidikan, serta munculnya dampak psikososial yang dialami oleh santri maupun tenaga pendidik. Selain itu, banyak dayah juga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi karena keterbatasan kapasitas kelembagaan, rendahnya kemampuan penggalangan sumber daya, dan belum memiliki izin operasional yang memadai sehingga kesulitan untuk mengakses bantuan dari pemerintah dna pihak eksternal lainnya.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Yayasan Aceh Hijau dengan dukungan pendanaan dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menginisiasi Program “Dayah Aman, Sehat dan Tangguh” yang akan dilaksanakan pada lima dayah di empat kabupaten di Aceh. Program ini bertujuan mendukung pemulihan serta peningkatan kapasitas dan fungsi dayah sebagai pusat pendidikan agama dan penguatan sosial kemasyarakatan yang aman, sehat, dan tangguh terhadap bencana.
Secara umum, program ini terdiri dari tiga komponen utama. Pertama, pemulihan dan peningkatan sarana prasarana dayah melalui rehabilitasi fasilitas yang rusak, penguatan akses air bersih dan sanitasi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua, penguatan kapasitas kelembagaan dayah melalui pelatihan dan pendampingan manajemen, administrasi, legalitas, serta dukungan psikososial bagi tenaga pendidik dan santri. Ketiga, peningkatan kesiapsiagaan dan ketangguhan dayah terhadap bencana melalui pembentukan tim siaga bencana, pelatihan pengurangan risiko bencana, penyusunan rencana kesiapsiagaan, dan pelaksanaan kegiatan mitigasi berbasis masyarakat.
Guna mendukung keberhasilan implementasi program tersebut di bidang peningkatan sarana dayah yang aman, sehat dan tangguh, Yayasan Aceh Hijau (YAHijau) membutuhkan seorang Site Supervisor (Pengawas Lapangan) yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, kandidat terpilih harus memiliki pengetahuan mendalam serta keahlian teknis dalam melaksanakan pengawasan konstruksi,Posisi ini bertanggung jawab penuh untuk mengawasi, mengendalikan mutu, dan memastikan pelaksanaan pekerjaan peningkatan sarana fisik di lembaga pendidikan Dayah memenuhi kriteria standar fasilitas yang Aman, Sehat, dan Tangguh."
- Maksud dan Tujuan
- Maksud dari pekerjaan site supervisor untuk mendukung pekerjaan peningkatan infrastruktur di fasilitas Pendidikan dayah melalui perencanaan pengawasan, pemantauan, dan pelaporan.
- Tujuan pekerjaan site supervisor ini untuk memastikan pelaksanaan kegiatan peningkatan sarnaa air, sanitasi, dan higiene di satuan pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan dokumen perencanaan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan dan pekerjaan teknis dapat diselesaikan tepat waktu (on-schedule), sesuai dengan ketersediaan anggaran (on-budgeting) serta memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan (on-quality).
- Ruang Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup pekerjaan site supervisor atau Pengawas Lapangan dalam pekerjaan konstruksi sebagai berikut :
- Mendukung memfasilitasi, mengkoordinasi, dan memastikan pelaksanaan kegiatan pekerjaan peningkatan sarana infrastruktur yang dilaksanakan di satuan Pendidikan dayah Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, & Aceh Timur berjalan dengan baik, sesuai dengan dokumen perencanaan gambar kerja yang direncanakan serta mencakup spesifikasi kualitas infrastruktur air, sanitasi, dan higiene serta manajemen pekerjaan yang baik;
- Mempelajari dan memastikan penguasaan terhadap dokumen perencanaan konstruksi yang menjadi dasar pengawasan di lapangan. Pengawas bertanggung jawab untuk mengawasi pengunaan material, peralatan, dan metode pelaksanaan, serta memastikan ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi sesuai dengan dokumen perencanaan;
- Menyusun jadwal kerja dan memastikan pekerjaan selesai sesuai dengan target waktu yang ditentukan;
- Melakukan pemeriksaan, pengukuran dan pencatatan setiap capaian kemajuan pekerjaan di lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan DED dan standar;
- Memastikan ketersediaan kebutuhan material dan peralatan kontruksi, dan mengawasi penggunaan material, alat, dan peralatan untuk memastikan efisiensi dan menghindari pemborosan material;
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan pihak manajemen Dayah (Tengku/Pimpinan Dayah) serta tukang di lapangan;
- Berkoordinasi dengan tukang pekerja konstruksi terhadap penjelasan dan pengawasan gambar rencana diaplikasikan dengan baik;
- Melakukan assessment risiko untuk kebutuhan manajemen dalam menyusun rencana mitigasi serta melaporkan ke manajemen apabila ada potensi risiko yang dapat menganggu pencapaian dan penyelesaian project;
- Menegakkan standar keselamatan kerja di lokasi proyek, termasuk melakukan briefing dan memastikan bahwa semua pekerja mematuhi prosedur keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri (APD);
- Menjaga komunikasi dan koordinasi dengan WASH speciaist dan bagian terkait di YAHijau untuk memastikan semua kebutuhan pekerjaan dilapangan tersedia;
- Menyusun laporan progress dan laporan akhir.
- Output/deliverable yang diharapkan
- Laporan progress (harian/mingguan/bulanan) yang mencakup:
- Persentase progress pekerjaan
- Dokumentasi Progress (High Resolution)
- Dokumentasi tantangan, pembelajaran, dan praktik baik selama proses pekerjaan mencakup isu teknis, sosial, lingkungan, dan kelembagaan
- Laporan Commissioning test terhadap semua pekerjaan yang telah dilakukan dan berfungsi dengan baik.
- Laporan akhir yang mendokumentasikan progress project dari awal hingga akhir mengikuti format dan ketentuan yang ditetapkan olleh yayasan, diserahkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah selesainya pekerjaan konstruksi dilapangan, dengan bentuk hardcopy dan softcopy.
- Kompetensi dan Persyaratan:
- Berdomisili di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, & Aceh Timur;
- Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Arsitektur/Lingkungan/Pembangunan;
- Memiliki Pengalaman pada Pengawasan pekerjaan kontruksi bangunan Gedung, Sanitasi dan Air Bersih (minimal 2 tahun);
- Mampu dan memahami dalam membaca gambar kerja lapangan;
- Memahami tatacara menilai mutu material dan pekerjaan;
- Memiliki kemampuan berkomunikasi dan menulis laporan dengan baik;
- Mampu bekerja di bawah tekanan, jujur, teliti dan bertanggung jawab;
- Mampu bekerja secara tim maupun individu.
- Mampu melakukan identifikasi masalah, mengalisa sederhana, mencarikan solusi untuk memastikan kegiatan dilakukan dengan baik dan berkualitas;
- Mampu mengelola waktu dengan baik dan efektif serta berorientasi pada hasil;
- Menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, kejujuran dan berintegritas.
LAMPIRKAN DOKUMEN (KTP, CV, Portofolio, Melampirkan surat referensi pekerjaan, Sertifikat keahlian (Jika ada), dan dokumen pendukung lainnya).
Yahijau berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki laki. Kami mendorong kandidat perempuan untuk melamar posisi ini!
