Bireuen – Yayasan Aceh Hijau dengan pendanaan dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) resmi memulai implementasi Program Dayah Aman, Sehat, dan Tangguh melalui Kegiatan Sosialisasi Program dan Lokakarya Partisipatif Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang diselenggarakan pada 6–7 Juli 2026 di Balai Pengajian Asy-Syafi'iyah Bireuen, dan Dayah Istiqamatuddin Sa'adatul Mu'arif Serambi Aceh, Aceh Timur.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana dayah secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, pimpinan dayah, tenaga pengajar, santri, dan masyarakat. Selain memperkenalkan kegiatan dukungan program, lokakarya ini menjadi ruang diskusi bersama untuk memetakan kebutuhan riil dayah, menyempurnakan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi sarana prasarana dayah, serta membangun komitmen multipihak dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan tangguh terhadap bencana.
Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir, mengatakan bahwa proses rehabilitasi dayah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas kelembagaan dan sinergi dengan masyarakat agar dayah mampu bangkit dan menjalankan perannya secara berkelanjutan.
"Dayah memiliki peran yang sangat strategis dalam aspek pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi Aceh. Oleh karena itu, dukungan pemulihan pasca bencana tidak cukup hanya membangun kembali gedung yang rusak, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pendidikan dayah menjadi lebih kuat, lebih aman, lebih sehat, dan lebih tangguh terhadap risiko bencana. Melalui program ini kami ingin menghadirkan proses pemulihan dayah yang menjawab kebutuhan dayah dengan melibatkan warga dayah dan para pemangku kepentingan."
Kegiatan sosialisasi program dan lokakarya partisipatif tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur, Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), pemerintah gampong, serta unsur masyarakat..

Perwakilan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), Bapak Sigit Iko Sugondo menyampaikan bahwa pemulihan dayah pascabencana membutuhkan kolaborasi yang kuat agar tidak hanya memulihkan bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan bagi para santri.
"YDSF meyakini bahwa pemulihan pasca bencana harus memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Yayasan Aceh Hijau, kami mendukung lahirnya dayah yang tidak hanya kembali berdiri, tetapi juga memiliki lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, tangguh, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi para santri. Kami berharap program ini menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di lebih banyak dayah di Aceh."
Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Munawar, S.K.M., M.Kes., juga menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat agar dukungan pemulihan dayah pasca bencana dapat berhasil dengan baik.
"Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi multipihak dalam mendukung pemulihan dan penguatan dayah di Aceh. Kami mengapresiasi inisiatif Yayasan Aceh Hijau bersama YDSF yang menghadirkan pendekatan partisipatif dalam menyusun rencana rehabilitasi. Kami berharap hasil lokakarya ini menjadi landasan yang tepat untuk menghadirkan sarana dan prasarana dayah yang lebih aman, sehat, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi para santri."
Sementara itu, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Muzakkir Zulkifli, S.Ag. menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan fungsi dayah sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus pembinaan karakter masyarakat Aceh.
"Dayah merupakan bagian penting dari identitas pendidikan Islam di Aceh. Oleh karena itu, setiap upaya rehabilitasi perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta keberlanjutan layanan pendidikan bagi para santri. Kami mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah menghadirkan program ini."
Program Dayah Aman, Sehat, dan Tangguh ini merupakan bagian dari dukungan pemulihan pasca banjir dan kelanjutan dari program kerjasama sebelumnya dengan YDSF yang dilaksanakan di lima dayah yang tersebar di kabupaten Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Dukungan Program mencakup tiga komponen utama, yaitu (i) rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana (sarana air bersih dan sanitasi, balai, mushalla, dan bilik santri); (ii) penguatan kapasitas kelembagaan dayah dan pemulihan psikososial, serta (iii) peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana. Melalui dukungan tersebut diharapkan dayah tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang lebih baik, akses terhadap sarana air bersih dan sanitasi yang aman, lingkungan belajar yang sehat dan aman, serta kapasitas untuk mitigasi risiko dan dampak bencana di masa depan.
Melalui rangkaian lokakarya di Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur, Yayasan Aceh Hijau dan Yayasan Dana Sosial Al Falah bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk membangun fondasi program yang berbasis kebutuhan sehingga implementasi program pada lima dayah sasaran dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi ribuan santri di Aceh.




