Bireuen, 9 Juli 2026 – Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan pasca bencana sekaligus memperkuat kelembagaan pendidikan Islam di Aceh, Yayasan Aceh Hijau bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Tata Kelola dan Manajemen Dayah selama dua hari, 8–9 Juli 2026, di Aula Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari implementasi Program Dayah Aman, Sehat dan Tangguh, sebuah inisiatif yang mendukung pemulihan lima dayah terdampak bencana banjir di Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari pimpinan dan pengelola dayah, serta tenaga pengajar mengikuti pelatihan untuk memperkuat kapasitas dalam tata kelola kelembagaan, administrasi, legalitas, pengembangan pembelajaran, hingga penyusunan rencana tindak lanjut bagi masing-masing dayah.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, praktisi pengembangan kelembagaan dayah, serta Yayasan Aceh Hijau.


Program ini lahir dari kebutuhan mendesak pascabencana yang melanda Aceh, di mana ratusan dayah mengalami kerusakan pada ruang belajar, asrama, fasilitas sanitasi, sumber air bersih, hingga sarana pendukung pendidikan. Dampak ini lebih parah pada dayah salafiyah yang memang memiliki keterbatasan dalam sumber daya dan sarana prasarana pendukung. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga memperlihatkan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan agar dayah mampu bangkit secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Muzakkir Zulkifli, S.Ag. menegaskan bahwa penguatan tata kelola merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan keagamaan yang berkelanjutan.

"Dayah merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter dan pendidikan keagamaan masyarakat Aceh. Karena itu, penguatan tata kelola, administrasi, serta pemenuhan legalitas menjadi langkah penting agar dayah memiliki kelembagaan yang kuat, akuntabel, serta mampu mengakses berbagai bentuk pembinaan dan dukungan pemerintah. Kami mengapresiasi kolaborasi yang dibangun melalui program ini sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kualitas pendidikan dayah di Aceh."
Sementara itu, Kepala Bidang SDM Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag, M.H. menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam pengembangan dayah.

"Pembangunan dayah tidak hanya dilakukan melalui rehabilitasi fisik, tetapi juga melalui investasi pada kapasitas para pimpinan, pengelola, dan tenaga pendidiknya. Tata kelola yang baik akan melahirkan lembaga yang profesional, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada para santri."
Direktur Program Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), Imron Wahyudi menyampaikan bahwa dukungan terhadap dayah merupakan bagian dari komitmen YDSF dalam memperkuat lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran besar di tengah masyarakat.

"YDSF percaya bahwa dayah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan sosial bagi banyak anak di Aceh. Melalui Program Dayah Aman, Sehat dan Tangguh, kami ingin memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang."
Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir menjelaskan bahwa pendekatan program dirancang secara menyeluruh dengan menggabungkan rehabilitasi infrastruktur, penguatan kelembagaan, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.

"Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketangguhan sebuah dayah tidak hanya ditentukan oleh bangunan yang berdiri kokoh, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang baik, kepemimpinan yang kuat, dan kemampuan memitigasi berbagai potensi risiko dan tantangan di masa depan. Melalui pelatihan ini kami berharap setiap dayah mampu menyusun rencana penguatan kelembagaan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan dayah yang aman, sehat, tangguh, dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para santri."
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai standar dan prosedur pendirian serta tata kelola dayah, legalitas dan izin operasional, akreditasi, manajemen kelembagaan, inovasi pembelajaran, pengasuhan santri, strategi pengembangan dayah, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan di masing-masing lembaga.
Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola dayah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tata kelola dayah, administrasi kelembagaan yang lebih tertata, legalitas lembaga yang semakin kuat, serta meningkatnya kapasitas dayah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, sehat, berkualitas, dan tangguh terhadap berbagai risiko bencana.
Program Dayah Aman, Sehat dan Tangguh merupakan bentuk kolaborasi antara Yayasan Aceh Hijau dan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dalam mendukung pemulihan lima dayah terdampak bencana di Aceh melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana demi mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan.











