IG Post - Logo ACEH HIJAU

Yayasan Aceh Hijau didukung oleh UNICEF mengadakan sosialisasi program kemitraan SEE4WASH atau program penguatan Lingkungan yang berkelanjutan untuk peningkatan sektor air, sanitasi dan higiene (WASH). Program kemitraan SEE4WASH yang dilaksanakan di Banda Aceh (26/4) dan Kabupaten Bireuen (27/4) bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendukung yang kondusif (termasuk pada masa pandemic Covid-19) di sektor WASH untuk pencapaian target nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan sosialisasi program ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, BAPPEDA, TP-UKS, BPPPA, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PUPR, Dinas pendidikan Dayah, Kemenag, dan juga stakeholder terkait lainnya.

WASH Officer UNICEF Aceh, Eko Widodo pada sesi pemaparannya mengatakan, program kemitraan yang dilakukan oleh UNICEF, Yayasan Aceh Hijau dan Pemerintah Aceh meliputi sektor sanitasi yang salah satu fokusnya adalah pengelolaan lumpur tinja. Selain sektor tersebut, tahun ini program kemitraan juga mendukung MKM (Manajemen Kesehatan Menstruasi) yang bertujuan memberikan edukasi kepada para remaja-remaja di Aceh terkait kebersihan Menstruasi yang dipandu oleh sebuah aplikasi online yang bernama OKY App.

“Pada tahun 2022 ini ada dukungan baru yang akan dilakukan yaitu MHHM (Menstrual Health Hygiene Management) yang mana program ini masih baru dan diharapkan mampu mengedukasi mulai dari guru, orang tua hingga anak – anak remaja tentang manajemen kebersihan menstruasi melalui sebuah aplikasi online yaitu OKY App yang sudah tersedia dan dapat diunduh secara gratis di Play Store ” Katanya.

Selanjutnya, Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir menjelaskan, selain dukungan pada sektor Sanitasi Aman dan MKM sektor lainnya yang merupakan bagian dari program SEE4WASH yaitu WASH dalam Institusi (WINS) yang berfokus memberikan dukungan di sektor WASH pada fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan serta WASH dalam situasi darurat (WIE) yang mendukung pokja Air Minum, Penyehatan Lingkungan dan Sanitasi (AMPLS) provinsi Aceh terkait WASH dalam situasi darurat.

“ Kita akan memberikan dukungan, seperti dukungan penguatan UKS di sekolah dengan melakukan berbagai penguatan kapasitas dan pelatihan-pelatihan terhadap guru maupun murid di sekolah, selain itu program WINS di institusi kesehatan akan mereplikasi Penggunaan instrumen WASH FIT ke kabupaten lainnya (Bireuen dan Singkil), mengkonversi tool ke basis aplikasi, melakukan pelatihan dan asesmen hingga penyusunan rencana aksi ” Jelasnya.

Inisiatif program ini disambut secara antusias oleh para peserta yang hadir (Banda Aceh dan Kabupaten Bireuen).

Bapak Ir. Jalaluddin, ST. MT pada sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan kerjasama Yayasan Aceh Hijau dan UNICEF terutama karena masih terpilihnya Kota Banda Aceh menjadi target dari kegiatan dukungan pada sektor WASH di tahun 2022. Beliau juga berharap program ini dapat meningkatkan taraf kualitas hidup masyarakat kota Banda Aceh khususnya.

“Kota Banda Aceh saat ini sedang membangun IPAL di gampong Jawa, yang mana itu termasuk pada kawasan zona 2 untuk penanganan limbah. Refleksi ke program perbaikan sanitasi tahun sebelumnya, perlu diberikan edukasi terhadap masyarakat untuk menjaga dan memperoleh sanitasi aman yang layak sehingga kualitas hidup masyarakat lebih terjamin”. Ungkapnya.

Pada sesi penutupan Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir menyampaikan apresiasi terhadap instansi yang telah mendukung kegiatan sosialisasi dan berharap terjadinya kolaborasi yang baik terhadap pelaksanaan program kemitraan SEE4WASH nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *