
UNICEF melalui Yayasan Aceh Hijau dan RedR Indonesia mengadakan Pelatihan Layanan AMPLS pada Keadaan Darurat Bencana di Provinsi Aceh yang dilaksanakan di Hotel Mekkah Banda Aceh.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dimulai dari Kamis 19, Mei 2022 sampai Jumat 20 Mei 2022. Peserta pelatihan ini terdiri dari beberapa Instansi seperti perwakilan dari BAPPEDA, DinKes dari beberapa Kabupaten/ Kota yang ada di Aceh, dan instansi - instansi NGO terkait lainnya.
Pelatihan ini dibuka oleh Pak T Robby Irza Selaku Kepala biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Aceh. Dalam kesempatannya, beliau berharap semoga kegiatan pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk para peserta dalam menanggulangi bencana nantinya.
“Bencana memang adalah hal yang tidak direncanakan dan terjadi secara tiba- tiba. Penting bagi kita untuk terus waspada. Semoga dengan adanya pelatihan ini kita yang berada di daerah rawan bencana bisa lebih siap untuk menanggulangi bencana apabila terjadi kapan- kapan.”- Sambut beliau.
Selain itu, Pak Eko Widodo selaku WASH Spesialis UNICEF untuk provinsi Aceh dalam sambutan beliau berkaca kembali ke musibah Gempa Bumi dan Tsunami 2004 yang menimpa Aceh.
“Kita haru bisa merefleksikan diri dari Bencana Gempa Bumi 2004 yang lalu, kita bisa melihat bahwasanya Garda AMPL adalah garda terdepan dalam mitigasi bencana dimana sulitnya sanitasi, air minu, dll. Diharapkan dengan pelatihan ini kita bisa menjadi lebih tanggap.”
Memang jika kita melihat data yang dikumpulkan oleh Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Aceh memiliki 11 potensi bencana yang diketahui berdasarkan catatan sejarah kejadian bencana. Bencana tersebut antara lain banjir, banjir bandang, gelombang ekstrim dan abrasi, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, epidemi dan wabah penyakit, letusan gunung api, cuaca ekstrim, dan tanah longsor. Tidak hanya bencana alam, saat ini Indonesia, termasuk daerah Aceh, juga sedang menghadapi pandemi COVID-19 yang merupakan bagian dari Pandemi global.
Belum lagi meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian bencana memerlukan kecepatan dan ketepatan dalam koordinasi penanganan paska bencana. Koordinasi yang kurang efektif dalam penanganan tanggap darurat, apalagi yang melibatkan bantuan internasional, menyebabkan seringnya terjadi ‘overlap’ dan tidak mengatasi kesenjangan yang ada.
Oleh karena itu, kegiatan Pelatihan AMPL dalam keadan darurat ini bertujuan untuk:
1. Meningkatan kapasitas bagi lembaga pemerintah Provinsi serta para pegiat kemanusiaan bidang Air Minum & Penyehatan Lingkungan (AMPL/WASH)
2. Materi-materi pada modul AMPL dalam Situasi Darurat dapat tersampaikan kepada lembaga pemerintah serta para pegiat garis depan kemanusiaan sehingga dapat digunakan sebagai panduan penyelenggaraan kegiatan AMPL dalam situasi darurat bencana
3. Menjadi sarana untuk memperkuat jejaring/ koordinasi antar lembaga pemerintah serta para pegiat kemanusiaan dalam aksi kemanusiaan khususnya dalam mengaktifkan sub kluster AMPL/ WASH
Acara Pelatihan AMPLS ini resmi ditutup oleh Bu Syarifah Marliana selaku direktur Yayasan Aceh Hijau pada hari Jumat 20 Mei 2022, pukul 17:00 WIB.
