
(Rabu, 15 Juni 2022) Yayasan Aceh Hijau Melaksanakan Orientasi Sanitasi Aman dan Pelatihan Tangki Septik Aman Untuk mendukung peningkatan cakupan Sanitasi layak dan Aman di Provinsi Aceh.
Kegiatan orientasi dan pelatihan sanitasi aman dilaksanakan di Kota Banda Aceh pada tanggal 15-16 Juni 2022 bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sesi orientasi dan pelatihan.
eKegiatan orinetasi dan pelatihan terkait sanitasi aman ini dihadiri oleh narasumber dari nasional dan lokal dan mengundang sekitar 40 peserta perwakilan dari Pokja AMPLS Provinsi Aceh, Pokja PKP Kota Banda Aceh, dan Pokja Sanitasi Kota Sabang, perwakilan dari unsur akademisi dan unsur masyarakat (anak muda).
Direktur Yayasan Aceh Hijau Ibu Syarifah Marliana berharap bahwasanya kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan langkah demi terwujudnya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang sanitasi.
“Tahun ini kita juga akan banyak berbicara tentang sanitasi aman, karena target SDG adalah bagaimana masyarakat memiliki akses terhadap sanitasi aman.” Dalam sambutan beliau.
Saat ini capaian penyediaan akses ke sanitasi layak masih sebesar 75,55 persen dengan capaian sanitasi aman sebesar 14,44 persen2 . Capaian akses ke sanitasi layak yang sudah cukup baik tersebut diatas masih menyisakan kesenjangan sebesar 19.00%3 yang menempatkan masyarakat Aceh pada posisi riskan berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kesenjangan akses ke sanitasi layak diatas, diperparah lagi dengan kenyataan bahwa ketersedian fasilitas sanitasi tidak serta merta menjamin penggunaannya oleh masyarakat. Saat ini, terdapat satu (1) dari lima (5) rumah tangga di Aceh yang masih melakukan praktek BABS.
Pak Irwan selaku kepala BAPPEDA ACEH menyampaikan bahwa kurangnya akses terhadap sanitasi aman ini akan memicu masalah- masalah lain.
“Masih kecilnya capaian sanitasi aman ini dapat berdampak kepada beberapa permasalahan masyarakat antara lain seperti, 70% kondisi air tanah dapat terkontaminasi. Kemudian kesehatan anak- anak juga terancam dengan penyakit diare dimana penyakit diare tersebut merupakan 1 dari 30 penyakit yang banyak membunuh anak- anak usia balita. Kemudian juga penyakit lainnya yang berbasis lingkungan.” Kata kepala BAPPEDA ACEH.
Oleh karena itu, Kegiatan orientasi dan pelatihan terkait sanitasi aman diharapkan dapat menghasilkan beberapa output penguatan dan percepatan transisi ke sanitasi yang lebih aman di kalangan masyarakat Aceh.