IG Post - Logo ACEH HIJAU

Unit                          : Program SEE4WASH

Durasi Kontrak           : 6 Bulan

Basis tugas                : Banda Aceh (1 posisi)

Melapor kepada          : Project Manager SEE4WASH

Link Pendaftaran : https://forms.gle/LkLNHRpf5KdZiU4f9

Tentang Yayasan Aceh Hijau

Yayasan Aceh Hijau adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkantor di Banda Aceh dan melaksanakan kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia. Yayasan Aceh Hijaubergerak di bidang pembangunan masyarakat dengan fokus pada: (1) penguatan akses masyarakat ke layanan dasar; (2) penguatan ekonomi; (3) pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan; (4) penguatan kapasitas untuk pengurangan risiko dan dampak bencana dan perubahan iklim; dan (5) penguatan generasi muda.

Latar Belakang dan Cakupan Program

Pemerintah Provinsi Aceh menargetkan 80 persen masyarakat Aceh memiliki akses ke sanitasi layak yang didalamnya termasuk 13 persen akses ke sanitasi aman pada tahun 2026. Saat ini capaian penyediaan akses ke sanitasi layak adalah sebesar 77,48 persen dengan capaian sanitasi aman sebesar 12,77 persen. Capaian akses ke sanitasi layak yang sudah cukup baik tersebut diatas masih menyisakan kesenjangan sebesar 13.04% yang menempatkan masyarakat Aceh pada posisi riskan berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kesenjangan akses ke sanitasi layak diatas, diperparah lagi dengan kenyataan bahwa ketersedian fasilitas sanitasi tidak serta merta menjamin penggunaannya oleh masyarakat. Ini artinya, terdapat satu (1) dari delapan (8) rumah tangga di Aceh yang masih melakukan praktek BABS. Lebih jauh, data e-monev STBM Triwulan II Kemenkes, 2023 (surat Menteri Dalam Negeri no. 600.10.3/8931/bangda tentang Percepatan Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan) menyatakan bahwa dari total 6.507 desa di Provinsi Aceh terdapat ,1.923 (30%) desa yang sudah berstatus Desa Stop BABS (SBS).

Khusus untuk sanitasi aman, hampir semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh telah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Walaupun demikian IPLT tersebut pada peggunaannya belum berfungsi secara optimal. Ini artinya pembuangan limbah cair/lumpur tinja ke tempat terbuka misalnya ke sungai dan lainnya atau tidak mengosongkan tangki septik dari jamban rumah tangga masih banyak dilakukan. Hal ini tidak hanya akan menyebabkan pencemaran lingkungan, mengurangi kualitas air tanah tetapi juga memicu penyebaran penyakit lingkungan yang berdampak pada tingginya angka stunting dan kematian anak yang disebabkan oleh diare.

Dalam konteks tersebut diatas, saat ini Yayasan Aceh Hijau (YAHijau) bekerjasama dengan UNICEF akan melanjutkan dukungan program Penguatan Lingkungan Pendukung untuk Peningkatan Sektor Air, Sanitasi dan Higine (WASH) di Provinsi Aceh (Program SEE4WASH) yang bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendukung yang kondusif di sektor WASH untuk pencapaian target nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini nantinya akan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) Aceh.  Secara umum, Program ini terdiri dari empat (4) komponen sebagai berikut:

  1. Mendukung pemerintah Provinsi dan Kabupaten sasaran untuk mencapai target percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) melalui peningkatan kesadaran, penguatan kapasitas POKJA PKP dan melakukan aksi bersama untuk meningkatkan capaian dan target SBS;
  • Penguatan kapasitas pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan dan pemantauan pendidikan Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM) melalui pelatihan untuk tenaga kesehatan (Nakes), guru, dan stakeholder terkait lainnya serta mempromosikan aplikasi OKY untuk menjembatani akses terhadap informasi tentang praktek MKM bagi Nakes, guru, orang tua, dan para remaja;
  • Mendukung pemerintah Provinsi dan Kabupaten sasaran untuk meningkatkan komitmen dan permintaan (demand) terhadap layanan sanitasi dari sanitasi dasar menuju sanitasi aman melalui pelatihan, pelaksanaan survei dan diseminasi hasil, penyusunan kebijakan dan regulasi;
  • Penguatan kapasitas pemerintah Provinsi dan Kabupaten sasaran dalam pelaksanaan penyediaan air minum dan sanitasi yang berketahanan iklim dan tangguh bencana melalui pelatihan dan melakukan penilaian, mengintegrasikan komponen air minum dan sanitasi yang berketahanan iklim dan tangguh bencana kedalam dokumen perencanaan sanitasi Kabupaten (SSK), mendorong pembentukan kelembagaan sub klaster air minum dan sanitasi yang ber berketahanan iklim dan tangguh bencana serta mengembangkan rencana kontigensi kebencanaan;

Secara cakupan geografis, Program SEE4WASH ini akan dilaksanakan di lima (5) kabupaten yaitu Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun.

Ruang Lingkup Posisi Safely Managed Sanitation (SMS) Officer

Tujuan dari posisi Safely Managed Sanitation (SMS) Officer adalah mendukung memfasilitasi, mengkoordinasi, mengelola dan memastikan pelaksanaan kegiatan terkait SMS di provinsi dan kabupaten dilaksanakan secara berkualitas sesuai dengan rencana kerja, desain dan anggaran, dengan memperhatikan keterlibatan aktif peserta, dan kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat kabupaten dan kecamatan serta desa-desa tempat kegiatan  dilaksanakan.

Peran dan Tanggung Jawab:

  1. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dukungan Sanitasi Aman (SMS) di tingkat provinsi, Kota Banda Aceh dan Kota Sabang, sebagai berikut:
    1. Pelatihan dasar untuk staf pemerintah & penyedia layanan tentang sanitasi aman dan Survei Tangki Septik Aman dengan menggunakan Onsite Inspection Tools (OSIT);
  • Survei Tangki Septik Aman dengan menggunakan Onsite Inspection Tools (OSIT) menjangkau 1800 Rumah Tangga;
  • Mendukung BMA untuk desiminasi dan menggunakan panduan teknis sanitasi menggunakan dana ZISWAF untuk subsidi biaya penyedotan tangki septik pada rumah dhuafa dan pelaksanaan dukungan percepatan pembangunan sanitasi layak dengan menggunakan dana ZISWAF;
  • Meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam peningkatan akses terhadap penyedotan tangki septik dan pembangunan sanitasi di kab/kota lokasi program melalui pertemuan advokasi, orientasi, dan pendampingan teknis.
  • Bersama SMS Advisor melakukan pendampingan teknis penguatan kelembagaan dan kebijakan dalam pengelolaan sanitasi aman
    • Berkoordinasi dengan Project Manager dan SMS Advisor untuk advokasi dan pendampingan sektor swasta dalam meningkatkan capaian sanitasi aman di kabupaten terpilih;
    • Pelatihan dasar bagi staf pemerintah & penyedia layanan sanitasi terkait sanitasi aman;
    • Melakukan pemantauan terhadap penggunaan sistim database untuk mendukung Pengelolaan Lumpur Tinja (PLT) yang telah dibangun di Kota Banda Aceh;
  • Menyiapkan Kerangka Acuan Kegiatan untuk setiap kegiatan yang akan dilaksanakan di Provinsi dan kabupaten dengan menggunakan acuan yang diberikan oleh Program Manager;
  • Memastikan semua kegiatan yang dilaksanakan terdokumentasi dengan baik dan dilaporkan ke Program Manager secara tepat waktu;
  • Memastikan kelengkapan administrasi untuk semua pengajuan permintaan anggaran dan pelaporan keuangan dan program sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku di Yayasan Aceh Hijau;
  • Melaporkan secara berkala dalam bentuk lisan dan tulisan perkembangan pelaksanaan kegiatan dukungan SMS sesuai dengan prosedur pelaporan di Yayasan Aceh Hijau;
  • Menghadiri pertemuan koordinasi dan penguatan kapasitas reguler yang di laksanakan oleh Yayasan Aceh Hijau.
  • Mendukung pelaksanaan komponen WASH lainnya yang dilaksanakan oleh Yayasan Aceh Hijau sesuai arahan dari Program Manager;

Kompetensi dan Persyaratan

  • Minimum lulusan S1 dalam bidang yang relevan, diutamakan bidang sanitasi lingkungan.
  • Minimum 1 tahun pengalaman kerja dalam bidang sanitasi termasuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi pertemuan dan pelatihan, melakukan pendampingan, serta melakukan advokasi.
  • Memiliki pemahaman teknis terkait Sanitasi aman;
  • Berpengalaman mengelola kegiatan dan anggaran;
  • Memiliki kemampuan menyusun laporan kegiatan dan laporan realisasi anggaran kegiatan;
  • Cakap dan mampu dalam menggunakan Microsoft Office (Microsoft word, Microsoft Excel, and Microsoft Powerpoint);
  • Mampu melakukan identifikasi masalah, mengalisa sederhana, mencarikan solusi untuk memastikan kegiatan program dilakukan dengan baik dan berkualitas;
  • Mampu bekerja secara individu dan didalam tim;
  • Mampu mengelola waktu dengan baik dan efektif serta berorientasi pada hasil;
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, kejujuran dan integritas.

Yahijau berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki laki. Kami mendorong kandidat perempuan untuk melamar posisi ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *