Banda Aceh, 7 Desember 2024 – Sebanyak 200 peserta antusias mengikuti kegiatan Langkah Petualangan yang digelar oleh Yayasan Aceh Hijau pada Sabtu, 7 Desember 2024. Kegiatan yang diadakan di Museum Tsunami dan Taman Bustanussalatin ini bertujuan untuk menjelajahi situs-situs peninggalan tsunami di Banda Aceh, sebagai bentuk refleksi terhadap bencana dahsyat yang terjadi 20 tahun lalu, sekaligus meresapi perjalanan Aceh bangkit dari keterpurukan pasca-tsunami.
Selain mengenang sejarah kelam tersebut, acara ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat Aceh tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Dengan mengusung tema olahraga dan kebersamaan, Langkah Petualangan berharap dapat mempererat hubungan antar komunitas dan masyarakat Aceh. Kegiatan ini dibuka secara simbolis oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, yang melakukan pemotongan pita sebagai tanda dimulainya acara.
Peserta yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil dan hadir dari berbagai kalangan berpartisipasi untuk menyelesaikan misi yang tersebar di tujuh pos, masing-masing berada di situs peninggalan tsunami. Setiap pos menawarkan tantangan menarik, seperti membuat instastory, tebak gambar mengenai kebencanaan, memecahkan kode, serta permainan labirin yang menguji pengetahuan tentang kebencanaan. Para peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan poin terbanyak akan memenangkan permainan ini.
Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menyalurkan informasi terkait kesiapsiagaan bencana kepada generasi muda Aceh.
“Banyak generasi muda yang sudah lahir saat terjadinya Tsunami Aceh 2004, namun mungkin masih terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi. Kemudian, bagaimana semangat kita untuk turut membangun generasi muda Aceh yang lebih tangguh dan siaga bencana. Setelah 20 tahun tsunami, jika terjadi tsunami kembali, apakah kita sudah siap dengan kapasitas kita sebagai manusia? Jika terjadi tsunami, langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, dan bagaimana cara menanggapi apa yang terjadi?. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya kita dalam meneruskan informasi ini,” papar Syarifah.
Melalui mekanisme petualangan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengenang tragedi, tetapi juga semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.
