Fasilitator Kabupaten
Unit : Program
Durasi Kontrak : 3 Bulan (Oktober – Desember 2023)
Basis tugas : Kabupaten Pidie dan Biruen
Melapor kepada : Project Manager Program SEE4WASH
Mendaftar Pada Link : https://forms.gle/Qm6V487FHiiGuK1f9
Tentang Yayasan Aceh Hijau
Yayasan Aceh Hijau adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkantor di Banda Aceh dan melaksanakan kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia. Yayasan Aceh Hijaubergerak di bidang pembangunan masyarakat dengan fokus pada: (1) penguatan akses masyarakat ke layanan dasar; (2) penguatan ekonomi; (3) pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan; (4) penguatan kapasitas untuk pengurangan risiko dan dampak bencana dan perubahan iklim; dan (5) penguatan generasi muda.
Latar Belakang dan Cakupan Program
Pemerintah Provinsi Aceh menargetkan 80 persen masyarakat Aceh memiliki akses ke sanitasi layak yang didalamnya termasuk 13 persen akses ke sanitasi aman pada tahun 2026. Saat ini capaian penyediaan akses ke sanitasi layak adalah sebesar 77,48 persen dengan capaian sanitasi aman sebesar 12,77 persen. Capaian akses ke sanitasi layak yang sudah cukup baik tersebut diatas masih menyisakan kesenjangan sebesar 13.04% yang menempatkan masyarakat Aceh pada posisi riskan berprilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Kesenjangan akses ke sanitasi layak diatas, diperparah lagi dengan kenyataan bahwa ketersedian fasilitas sanitasi tidak serta merta menjamin penggunaannya oleh masyarakat. Ini artinya, terdapat satu (1) dari delapan (8) rumah tangga di Aceh yang masih melakukan praktek BABS. Lebih jauh, data e-monev STBM Triwulan II Kemenkes, 2023 (surat Menteri Dalam Negeri no. 600.10.3/8931/bangda tentang Percepatan Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan) menyatakan bahwa dari total 6.507 desa di Provinsi Aceh terdapat ,1.923 (30%) desa yang sudah berstatus Desa Stop BABS (SBS).
Khusus untuk sanitasi aman, hampir semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh telah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Walaupun demikian IPLT tersebut pada peggunaannya belum berfungsi secara optimal. Ini artinya pembuangan limbah cair/lumpur tinja ke tempat terbuka misalnya ke sungai dan lainnya atau tidak mengosongkan tangki septik dari jamban rumah tangga masih banyak dilakukan. Hal ini tidak hanya akan menyebabkan pencemaran lingkungan, mengurangi kualitas air tanah tetapi juga memicu penyebaran penyakit lingkungan yang berdampak pada tingginya angka stunting dan kematian anak yang disebabkan oleh diare.
Dalam konteks tersebut diatas, saat ini Yayasan Aceh Hijau (YAHijau) bekerjasama dengan UNICEF akan melanjutkan dukungan program Penguatan Lingkungan Pendukung untuk Peningkatan Sektor Air, Sanitasi dan Higine (WASH) di Provinsi Aceh (Program SEE4WASH) yang bertujuan untuk mendukung Pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendukung yang kondusif di sektor WASH untuk pencapaian target nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program ini nantinya akan dilaksanakan melalui kerjasama dengan Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) Aceh dan Kabupaten Pidie dan Bireuen. Secara umum, Program ini akan mendukung:
- Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sasaran untuk mencapai target percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) melalui peningkatan kesadaran, penguatan kapasitas POKJA PKP dan melakukan aksi bersama untuk meningkatkan capaian dan target SBS;
- Penguatan kapasitas pemerintah Provinsi dan Kabupaten sasaran dalam pelaksanaan penyediaan air minum dan sanitasi yang berketahanan iklim dan tangguh bencana melalui pelatihan dan melakukan penilaian, mengintegrasikan komponen air minum dan sanitasi yang berketahanan iklim kedalam dokumen perencanaan sanitasi Kabupaten (SSK)
Secara cakupan geografis, Program SEE4WASH ini akan dilaksanakan di lima (5) kabupaten yaitu Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireun.
Ruang Lingkup
Tujuan dari posisi fasilitator Kabupaten adalah untuk memfasilitasi, mengkoordinasi, mengelola dan memastikan pelaksanaan kegiatan SEE4WASH di kabupaten dilaksanakan secara berkualitas sesuai dengan rencana kerja, desain dan anggaran, keterlibatan aktif peserta, kolaborasi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya di tingkat kabupaten dan kecamatan serta desa-desa tempat kegiatan program SEE4WASH dilaksanakan.
Peran dan Tanggung Jawab:
Fasilitator Kabupaten bekerja di bawah pengawasan langsung dari Project Manager Program SEE4WASH, bertanggung jawab untuk:
- Memfasilitasi perencaanaan dan koordinasi program SEE4WASH di kabupaten intervensi;
- Melakukan advokasi, fasilitasi dan pendampingan pencapaian ODF di kabuparen penugasan termasuk:
- Mempersiapkan pertemuan dan sosialisasi terkait ODF;
- Mengawal dan mendampingi pokja PKP dalam menjalankan dan merealisasikan Rencana Aksi Bersama ODF yang telah disusun;
- Mendukung dan melakukan supervisi terhadap capaian ODF di kabupaten intevensi
- Memfasilitasi pelatihan dan pendampingan sekolah (penguatan UKS) termasuk peningkatan infrastruktur dan layanan WASH di Sekolah;
- Memfasilitasi puskesmas untuk memperbaharui penilaian WASH FIT dan menyepakati rencana aksi prioritas (kesepakatan masing-masing puskesmas);
- Mendampingi Pokja PKP mengintegrasikan WASH berketahanan Iklim ke dalam dokumen SSK kabupaten intervensi;
- Melaporkan secara berkala dalam bentuk lisan dan tulisan perkembangan pelaksanaan kegiatan program SEE4WASH di Kabupaten Pidie dan Bireuen.
Kompetensi dan Persyaratan
- Minimum lulusan S1 dalam bidang yang relevan.
- Minimum memiliki 3 tahun pemahaman terkait sanitasi terutama ODF;
- Memiliki pengalaman bekerja dengan Pokja air dan sanitasi, melakukan koordinasi, memfasilitasi pertemuan dan pelatihan, melakukan pendampingan serta advokasi;
- Memiliki kemampuan menulis laporan kegiatan
- Cakap dan mampu dalam menggunakan program Microsoft Office.
- Mampu melakukan identifikasi masalah, mengalisa sederhana, mencarikan solusi untuk memastikan kegiatan program SEE4WASH dilakukan dengan baik dan berkualitas.
- Mampu bekerja secara sendiri dan didalam tim
- Mampu mengelola waktu dengan baik dan efektif serta berorientasi pada kegiatan yang telah disusun serta mampu mengelola perubahan yang terjadi dalam progam
- Menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, kejujuran dan integritas.
Yahijau berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki laki. Kami mendorong kandidat perempuan untuk melamar posisi ini!
