IG Post - Logo ACEH HIJAU

Banda Aceh, 28 Maret 2024 - Dalam upaya Meningkatkan  pemahaman stakeholder pemerintah kabupaten dan desa mengenai konsep perlindungan anak dan upaya strategis untuk mewujudkannya, Yayasan Aceh Hijau dengan dukungan UNICEF menggandeng DP3A Aceh menyelenggarakan Lokakarya Pembentukan Satuan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat pada Kamis, 28 Maret 2024 di Aula Kantor DP3A Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh DP3AP2KB Kota Banda Aceh, UPTD P2TP2A, Ibu PKK/Kader dan geuchik desa Ie Masen Ulee Kareng, Lampoh Daya, Cot Lamkuweuh, Ulee Pata, perwakilan Forum Anak Gampong, tim Yayasan Aceh Hijau, serta perwakilan UNICEF Aceh.

Mewakili Direktur Yayasan Aceh Hijau, Project Manager Pro-DAI, Maulina Sari, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan dari kontribusi  Yayasan Aceh Hijau untuk  untuk Provinsi Aceh demi kesejahteraan dan lingkungan yang ramah anak.

“Melalui kegiatan hari ini kita belajar tentang peran kita di masyarakat untuk mewujudkan lingkungan ramah anak dan belajar apa itu pentingnya PATBM. Partisipasi peserta dalam diskusi menjadi sesuatu yang paling kami harapkan,” ujar Maulina.

Mewakili DP3A Aceh, Amrina Habibi selaku Kabid PHA menyampaikan harapannya agar kita semua bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak Aceh dimulai dari tingkat komunitas.

“Ketika berbicara pembangunan di isu perlindungan anak, ini adalah tanggung jawab semua orang baik keluarga, sekolah, pemerintah, juga anak itu sendiri. Anak diharapkan memiliki ketahanan untuk melindungi diri dari kekerasan,” kata Amrina. 

Kegiatan lokakarya ini dilakukan dengan metode pemaparan materi oleh para ahli di bidangnya seperti Risda Zuraida (DP3AP2KB) , Amrina Habibi (DP3A), dan Nurmi (UPTD PPA). Dalam kesempatan ini, peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut. Disepakati nantinya akan ada pertemuan dengan perangkat desa dan DP3A dilanjutkan dengan pendampingan teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *