Pidie, 27 Agustus 2024 – Dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, UNICEF bekerja sama dengan Yayasan Aceh Hijau dan Pemerintah Aceh menggelar dua lokakarya yang dilaksanakan secara paralel di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dan Aula Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Pidie. Lokakarya pertama, bertajuk "Penguatan Kapasitas Peningkatan Layanan Air, Sanitasi, dan Higiene di Masyarakat dan Sekolah melalui Implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Sekolah", dilaksanakan pada tanggal 20-21 Agustus 2024. Sementara itu, lokakarya kedua dengan tema "Pelatihan Penguatan Sektor Air, Sanitasi dan Higiene dalam Mendorong Promosi Kesehatan dan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Fasilitas Pendidikan dalam mendukung Gerakan Sekolah Sehat (GSS)" berlangsung pada tanggal 27-28 Agustus 2024.
Kedua kegiatan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan komitmen stakeholder serta memperkuat kerjasama antar sektor untuk peningkatan akses dan layanan Air, Sanitasi, dan Higiene di sekolah ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, BPMP Provinsi, UNICEF, OKY Indonesia Koordinator, WASH Yayasan Aceh Hijau, Bappeda, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TP-UKS, sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie, serta tokoh masyarakat. Selama empat hari penuh, para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan sanitasi di sekolah-sekolah. Peserta juga diharapkan mampu mengakses informasi terkait Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) melalui aplikasi OKY.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie, Yusmadi, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bagaimana pentingnya WASH (Air, Sanitasi, dan Higiene) di sekolah untuk mendukung Gerakan Sekolah Sehat, 5 pilar di Gerakan Sekolah Sehat ini tidak terlepas dari pentingnya air, sanitasi, dan higiene di sekolah.
“Anak - anak di sekolah merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mempersiapkan dan mewujudkan generasi yang lebih baik kedepannya, sehingga kerjasama lintas sektor dan kolaborasi bersama sangat diperlukan, kita dari berbagai SKPK yang hadir, hendaknya dapat berkolaborasi bersama untuk menjawab tantangan yang ada di sekolah. UNICEF bersama Yayasan Aceh Hijau yang cukup intens dalam berkomunikasi dengan kita untuk mewujudkan sekolah sehat seharusnya kita tidak membuang kesempatan ini untuk sama-sama kita lakukan dan sukseskan, pada hari ini kita mengikuti kegiatan yang kesekian kalinya yang diselenggarakan oleh Yayasan Aceh Hijau bersama UNICEF terkait dengan promosi kesehatan dan Manajemen Kebersihan Menstruasi di sekolah untuk mendukung gerakan sekolah sehat di sekolah, harapannya ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan dan bergerak bersama untuk sekolah sehat di Kabupaten Pidie” ujar Bapak Yusmadi.
Wash Specialist Aceh Hijau, Dian Aprianda, dalam kesempatan ini mewakili Direktur Yayasan Aceh Hijau dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan rangkaian dukungan Yayasan Aceh Hijau bersama UNICEF di Kabupaten Pidie yang dimulai sejak 2018 hingga sekarang. Dalam perjalanan Program kemitraan ini, beberapa sektor telah menjadi sasaran implementasi yang meliputi dukungan dan advokasi ke Pemerintah Kabupaten Pidie dalam rangka peningkatan akses ke layanan dasar dalam upaya menuju Kabupaten Pidie ODF. Selanjutnya, peningkatan akses ke sarana CTPS yang dilaksanakan pada masa pandemi Covid 19 yang menyasar faskes dan fasilitas pendidikan (sekolah dan dayah). Berikutnya YAHijau juga telah mendukung faskes dalam rangka peningkatan WASH di Faskes melalui program WASH FIT termasuk mendukung peningkatan fasilitas WASH Faskes di Kab. Pidie.
“Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kapasitas dan kesadaran kita bersama dalam mendorong peningkatan kualitas WASH di sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi proses belajar mengajar dan gerakan sekolah sehat, pentingnya promosi kesehatan di sekolah dan mengenalkan MKM di sekolah bersama siswa/siswi menjadi PR kita bersama tenaga pendidik di sekolah dan juga fasilitas layanan wash yang baik menjadi dukungan yang sangat penting pula, beliau menekankan fasilitas yang baik saja tidak cukup untuk memastikan layanan WASH di sekolah dengan baik akan tetapi pola perilaku dan SOP yang dilaksanakan di sekolah juga menjadi hal yang sangat penting. Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat membawa pulang dan implementasi kegiatan yang didapat pada kegiatan hari ini khususnya pada gerakan sekolah sehat,” papar Dian.
