IG Post - Logo ACEH HIJAU

Pidie, 22 Agustus 2024 – Pemerintah Kabupaten Pidie, bersama Yayasan Aceh Hijau dan UNICEF, menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Kapasitas Peningkatan Layanan Air, Sanitasi, dan Higiene di Masyarakat dan Sekolah melalui Implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Sekolah Kabupaten Pidie. Acara yang berlangsung pada 20-21 Agustus 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan komitmen stakeholder serta memperkuat kerjasama antar sektor untuk peningkatan akses dan layanan Air, Sanitasi, dan Higiene di sekolah. 

Lokakarya ini dilaksanakan secara paralel di dua lokasi berbeda di Kabupaten Pidie, yaitu di Aula Gedung Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pidie, Direktur Yayasan Aceh Hijau, WASH Specialist Yayasan Aceh Hijau, WASH Consultant UNICEF Indonesia, dan melibatkan  100 peserta yang melibatkan puskesmas, sekolah, dan instansi pemerintah serta lembaga lainnya di Kabupaten Pidie, untuk mendukung kerjasama dan strategi yang baik dalam pelaksanaan STBM di sekolah Kabupaten Pidie.

Selain pemaparan materi dari berbagai narasumber, lokakarya ini juga menghadirkan sesi tanya jawab, diskusi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi strategi yang tepat dalam meningkatkan kapasitas dan layanan air, sanitasi, dan higiene di sekolah. Peserta diajak untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi terbaik dalam pengelolaan fasilitas sanitasi di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dr. Dwi Wijaya di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dan di ruangan yang berbeda di Aula Ikatan Bidan Indonesia di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Yusmadi, S.Pd., M.Pd.

“Selain sumber air yang bersih, kami juga dituntut oleh pemerintah untuk memberi perlakuan kepada air tersebut sehingga air layak untuk dipakai. Ada air bersih dan air minum. Ada parameter fisik, parameter kimia, dan parameter bakterinya yang kita uji. Air bersih belum tentu bebas dari bakteri, tapi kalau air minum, itu sudah tentu bebas dari mikroorganisme patogen. Dengan menggandeng UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau, ini memang merupakan sebuah privilege. Khusus Pidie, target tiga tahun ke depan, sekolah sudah harus memiliki sanitasi yang aman,” kata dr. Dwi.

Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran dan semangat peserta kegiatan dalam upaya berkontribusi untuk menyongsong Pidie yang lebih baik. 

“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerjasama antara UNICEF, Yayasan Aceh Hijau dan Pemerintah Aceh, dan di Kabupaten Pidie tentunya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pidie dengan program yang kami beri nama Program Peningkatan Layanan Air dan Sanitasi di Sekolah atau kami menyebutnya dengan WASH in School,” ujar Syarifah Marlina.

Tanggapan peserta terkait dengan STBM di Sekolah merupakan langkah yang cukup baik untuk pengelolaan sanitasi di sekolah, dan beberapa menganggap ini menjadi pembelajaran atau hal baru yang didaptkan dari mulai pengelolaan sampah yang tepat di lingkungan sekolah, pentingnya toilet yang baik dan aman di lingkungan sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *