Banda Aceh, 30 September 2024 – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta merumuskan strategi guna mencapai 0% praktik BABS di Provinsi Aceh UNICEF, dan Yayasan Aceh Hijau bekerjasama menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Lokakarya & Advokasi Percepatan ODF Menuju Kabupaten Aceh Besar, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Jaya dan Simeulue yang Lebih Sehat dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan” di Gedung Aula UPTD BAPELKES Aceh pada Senin, 30 September 2024.
Lokakarya ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kredibel dari instansi Kementerian yaitu Direktorat Penyehatan Lingkungan dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Direktur SUPD II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, terdapat pula forum diskusi panel yang membahas tentang peluang mencapai Provinsi Aceh Stop BABS dengan narasumber dari instansi Pemerintah Provinsi Aceh seperti halnya Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Aceh, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (BAPPEDA), Dinas kesehatan Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Aceh (DPMG), dan Baitul Mal Aceh. Acara ini diikuti oleh 143 peserta yang berasal dari 5 kabupaten dan kota (Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Bireuen), termasuk perwakilan dari Bagian Administrasi Pembangunan, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) atau Tenaga Pendamping Ahli Masyarakat, Baitul Mal, serta para camat dan kepala puskesmas terpilih.
Penandatanganan Komitmen Bersama dan Rencana Aksi Percepatan SBS Cluster I- Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, dan Kabupaten Simeulue menjadi puncak kegiatan strategis ini. Diharapkan momentum ini menjadi pemantik terbangunnya komitmen dan kerja sama antar sektor dalam mempercepat capaian SBS di lima kabupaten tersebut.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.Sit, MT, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian ODF di Aceh merupakan pencapaian nasional yang mesti terus sama-sama diperjuangkan. “Kegiatan lokakarya ini merupakan upaya stop BABS untuk menjamin kesehatan lingkungan di Aceh. Masih banyak upaya yang perlu kita lakukan khususnya di tingkat kecamatan melalui Puskesmas untuk mencapai peningkatan SBS,” ujar beliau.
Sementara itu, Andi Yoga Tama selaku Kepala Kantor UNICEF Aceh, menyampaikan apresiasinya terhadap provinsi Aceh atas pencapaian luar biasa dalam upaya menuju bebas dari praktik BABS. “Melalui kolaborasi lintas sektor, saya percaya ODF akan dicapai dalam waktu yang tidak lama. Di Aceh dengan status kita yang khusus, kita memiliki BMA yang mengelola dana ziswaf yang besar sehingga kita dapat berkontribusi dalam percepatan SBS di Aceh. Kita masyarakat Aceh sama-sama bertanggung jawab untuk mempercepat Aceh menjadi provinsi ODF. Mari wujudkan Aceh yang hebat dan bermartabat,” pungkas Pak Andi.
