Lhokseumawe dan Aceh Tengah, 10 Oktober 2024 – Dalam upaya mempercepat pencapaian Provinsi Aceh menuju Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di akhir 2024; UNICEF melalui Yayasan Aceh Hijau kembali mendukung Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyelenggarakan Forum Dialog lintas stakeholder melalui tiga lokakarya strategis. Lokakarya pertama berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe pada 9 Oktober 2024, dengan tema "Menuju Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Bener Meriah yang Lebih Sehat dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan”, sementara lokakarya kedua diadakan di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tengah pada 10 Oktober 2024, bertajuk "Menuju Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya yang Lebih Sehat dengan Stop Buang Air Besar Sembarangan". Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan, termasuk dari provinsi seperti Bappeda, Perkim, DPMG, Dinkes, BPPW PUPR, Biro Administrasi Pembangunan, Baitul Mal, Yayasan Aceh Hijau, dan UNICEF Aceh. Selain itu, terdapat juga Camat dan Kepala Puskesmas dari masing-masing kecamatan, serta perwakilan dari OPD dan Dinas SKPK terkait, seperti Kepala daerah, DPMG, Bappeda, Baitul Mal, Perkim, Dinkes, dan Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten.
Acara ini turut menghadirkan narasumber dari pemerintah pusat yaitu Direktorat Penyehatan Lingkungan Dirjen P2P Kemenkes RI dan Direktorat SUPD II Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Balai Praswil Aceh Kementerian PUPR. Juga diisi oleh pemateri dari Pemerintah Aceh yaitu Kepala Biro Administrasi Pembangunan SETDA Aceh, Dinkes Aceh, DPMG Aceh, dan Baitul Mal Aceh. Menandai puncak kegiatan, perwakilan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, serta mitra pembangunan, menandatangani dokumen komitmen yang berisi rencana aksi strategis untuk meningkatkan sanitasi di daerah masing-masing. Penandatanganan ini merupakan simbol dukungan kolektif terhadap upaya meningkatkan akses sanitasi dan menghentikan praktik buang air besar sembarangan di Aceh.
Kepala Kantor UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, menyampaikan apresiasinya kepada Provinsi Aceh yang saat ini sedang mendapat target menjadi Provinsi SBS. "Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh hingga September 2024, akses sanitasi di Aceh telah mencapai 91.45% dengan desa ODF sebesar 42,32% angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan data pada tahun 2023. Walaupun begitu, tantangan ke depan, mulai tahun 2025 kita tidak hanya berbicara soal capaian target SBS tetapi juga harus mengintegrasikan target sanitasi aman nasional sebesar 30% pada tahun 2030 sesuai dengan strategi baru dari STBM 5 Pilar."
