IG Post - Logo ACEH HIJAU

Banda Aceh – Sebanyak 30 pemuda berusia 17–22 tahun dari berbagai daerah berpartisipasi dalam kegiatan Youth Resilience Virtual Workshop, sebuah program dirancang untuk mencetak generasi muda sebagai pelopor perubahan. Dalam pelatihan ini, mereka belajar terkait isu lingkungan, kebencanaan, dan perubahan iklim, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan mengorganisasi diri dan berkontribusi aktif di komunitas. Workshop ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh yang dilaksanakan oleh Yayasan Aceh Hijau.

Workshop yang berlangsung sejak 6-23 November 2024 ini diadakan secara daring melalui Zoom. Total delapan sesi dirancang berjenjang, meliputi seminar, diskusi interaktif, mentoring bersama fasilitator yang perupakan praktisi profesional dari berbagai bidang, hingga pelaksanaan proyek kolaboratif. Dalam pelatihan ini, peserta diberi kesempatan untuk menghasilkan ide-ide inovatif yang relevan dengan isu lingkungan dan kebencanaan. Tiga ide terbaik nantinya akan menerima dukungan berupa mini grant untuk direalisasikan di komunitas mereka.

M. Daud, S.HUT., M.Si.,  Plh. DLHK Aceh sebagai perwakilan PJ Bupati, berkesempatan membuka rangkaian kegiatan dan menyampaikan bahwa, “Atas nama pemerintah Aceh, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Aceh Hijau yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh. Tsunami  adalah tragedi terbesar dalam sejarah kemanusiaan, bukan hanya bagi aceh namun juga bagi dunia.”

Sementara itu, Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir, mengatakan bahwa, “Kegiatan Youth Resilience Virtual Workshop ini merupakan upaya kami untuk proses transfer pengetahuan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk belajar agar generasi muda mengetahui apa itu tsunami 20 tahun lalu agar membekali mereka untuk membangun Aceh yang lebih siaga, tangguh dalam menghadapi bencana di masa depan.”

Kegiatan Youth Resilience Virtual Workshop ini diharapkan akan melahirkan anak muda yang bukan hanya memiliki pengetahuan namun memiliki jiwa kepemimpinan dalam membangun kesadaran, kapasitas masyarakat dan membangun aksi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *