IG Post - Logo ACEH HIJAU

Kerangka Acuan Site Supervisor Peningkatan Sarana Air, Sanitasi, Dan Higiene Satuan Pendidikan Kabupaten Pidie. Program Pembangunan Fasilitas Sarana Air, Sanitasi, & Higiene Di Satuan Pendidikan

A. Tentang Yayasan Aceh Hijau

Yayasan Aceh Hijau adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkantor di Banda Aceh dan melaksanakan kegiatan di berbagai wilayah di Indonesia. Yayasan Aceh Hijau bergerak di bidang pembangunan masyarakat dengan fokus pada:

  • Penguatan akses masyarakat ke layanan dasar;
  • Penguatan ekonomi;
  • Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan;
  • Penguatan kapasitas untuk pengurangan risiko & dampak bencana & perubahan iklim;
  • Penguatan generasi muda.

B. Latar Belakang

Akses terhadap layanan air minum, sanitasi, dan kebersihan yang aman (WASH) bagi masyarakat di setiap lingkungan, termasuk sekolah, merupakan hal yang mendasar untuk memastikan pemenuhan hak dan martabat anak. Memastikan akses terhadap fasilitas dan layanan WASH di sekolah dapat meningkatkan partisipasi anak di sekolah, karena akses dasar terhadap WASH di sekolah dapat mengurangi risiko diare dan penyakit pernapasan lainnya seperti penularan COVID-19. Mengingat pentingnya layanan WASH di sekolah, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk meningkatkan upayanya dengan mengintegrasikan WASH sebagai salah satu prioritas pembangunan utama melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2020-2024) dan intervensi nasional seperti Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) yang telah diperbarui menjadi Gerakan Sekolah Sehat (GSS) pada tahun 2024.

Indonesia telah mencapai kemajuan yang baik dalam menyediakan akses air bersih yang layak dan memadai di lingkungan sekolah, yaitu sebesar 70,25% (Kemendikbudristek, 2022). Meskipun demikian, hanya sekitar 11,43% sekolah di seluruh tingkatan di Indonesia yang memiliki toilet terpisah dan berfungsi dengan baik (Kemendikbudristek, 2022). Sementara itu, rata-rata 52,49% sekolah di semua tingkatan memiliki toilet yang tidak memadai, tidak terpisah, atau tidak berfungsi. Provinsi Aceh memiliki layanan dasar sekolah di semua jenjang yaitu rata-rata sebesar 76,8%, layanan terbatas sebesar 12,8% dan terdapat sekolah yang tidak memiliki akses sanitasi sebesar 10,4% dari total seluruh sekolah di Provinsi Aceh (Kemendikbudristek, Pusat Data dan Teknologi Informasi 2023).

Hal ini berarti bahwa secara nasional, separuh dari siswa sekolah memiliki akses terbatas ke toilet selama waktu sekolah. Selain itu, kurangnya toilet yang tidak memadai dan tidak terpisah berdasarkan gender memaksa remaja perempuan untuk menghadapi tantangan dalam mengelola menstruasi di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan kehadiran anak pada sekolah dengan kondisi sanitasi yang baik jauh lebih tinggi daripada sekolah dengan kondisi sanitasi yang tidak baik; pada anak perempuan tingkat kehadiran 11% lebih tinggi disekolah dengan sanitasi yang baik, pada kondisi sanitasi yang tidak baik 1 dari 6 anak perempuan tidak hadir ke sekolah pada saat mengalami menstruasi, karena tidak ada fasilitas pendukung untuk Manajemen Kesehatan Menstruasi (MKM) yang baik, nyaman dan aman.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan berbagai aktor kunci di sektor WASH, termasuk UNICEF, telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat pengembangan WASH di Sekolah (WinS) melalui berbagai intervensi seperti memperbarui kebijakan, peraturan, dan standar teknis nasional tentang WinS, meningkatkan pengembangan kapasitas kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, memperkuat dasbor nasional (Dapodik dan EMIS) tentang aspek WinS, dan mengatur alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pemeliharaan fasilitas WASH di sekolah. Penyediaan Air, Sanitasi dan Hygiene (WASH) pada fasilitas kesehatan adalah pra-syarat mendasar untuk mencapai tujuan kesehatan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 3 (memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan) dan 6 (memastikan ketersediaan dan pengelolaan air dan sanitasi yang berkelanjutan). Air yang aman, fasilitas cuci tangan yang berfungsi, jamban, pelaksanaan kebersihan dan pembersihan sangat penting terutama untuk meningkatkan kesehatan.

Dengan konteks tersebut di atas, UNICEF melalui Yayasan Aceh Hijau bekerjasama dengan Pemerintah Aceh akan melaksanakan program “Peningkatan sarana air, sanitasi, dan higiene yang aman, berketahanan iklim, dan inklusif di satuan pendidikan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh”.

C. Maksud dan Tujuan

  1. Maksud dari pekerjaan site supervisor untuk mendukung pekerjaan peningkatan infrastruktur air, sanitasi, dan higiene yang aman, berketahanan iklim, dan inklusif di satuan pendidikan melalui perencanaan pengawasan, pemantauan, dan pelaporan.
  2. Tujuan pekerjaan site supervisor ini untuk memastikan pelaksanaan kegiatan peningkatan sarnaa air, sanitasi, dan higiene di satuan pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan dokumen perencanaan dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan dan pekerjaan teknis dapat diselesaikan tepat waktu (on-schedule), sesuai dengan ketersediaan anggaran (on-budgeting) serta memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan (on-quality).

D. Kompetensi dan Persyaratan:

  1. Berdomisili Kabupaten Pidie;
  2. Pendidikan minimal S1 Teknik Sipil/Arsitektur/Lingkungan/Pembangunan;
  3. Memiliki Pengalaman pada Pengawasan pekerjaan kontruksi bangunan Gedung, Sanitasi dan Air Bersih (Minimal 3 Tahun);
  4. Mampu dan memahami dalam membaca gambar kerja lapangan;
  5. Memahami tatacara menilai mutu material dan pekerjaan;
  6. Memiliki kemampuan berkomunikasi dan menulis laporan dengan baik;
  7. Mampu bekerja di bawah tekanan, jujur, teliti dan bertanggung jawab;
  8. Mampu bekerja secara tim maupun individu.
  9. Mampu melakukan identifikasi masalah, mengalisa sederhana, mencarikan solusi untuk memastikan kegiatan dilakukan dengan baik dan berkualitas;
  10. Mampu mengelola waktu dengan baik dan efektif serta berorientasi pada hasil;
  11. Menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi, kejujuran dan berintegritas.

LAMPIRKAN DOKUMEN (KTP, CV, Portofolio, Melampirkan surat referensi pekerjaan, Sertifikat keahlian (Jika ada), dan dokumen pendukung lainnya).

Yahijau berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki laki. Kami mendorong kandidat perempuan untuk melamar posisi ini!

Link Pendaftaran: https://bit.ly/DaftarSP_2025

Deadline: 02 Juni 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *