IG Post - Logo ACEH HIJAU

Banda Aceh, 25 Juli 2024 – UNICEF melalui Yayasan Aceh Hijau bekerjasama dengan Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry untuk mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan sosialisasi dan survei tangki septik aman di Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif UNICEF, Yayasan Aceh Hijau dan Pemerintah Kota Banda Aceh di tahun -2022 dan 2023 yang lalu untuk meningkatkan pemahaman warga terkait sanitasi aman dan melakukan pemeriksaan tangki septik di rumah tangga. Data ini diharapkan dapat mendukung perencanaan pemerintah dalam upaya peningkatan akses sanitasi aman di Kota Banda Aceh.

Pada tahun 2022 dan 2023 yang lalu, kegiatan diseminasi dan survei ini dilaksanakan oleh tenaga sanitarian Puskesmas di menjangkau 3,209 rumah tangga di 35 desa dari total 75.111 rumah tangga di 90 desa di Kota Banda Aceh. Di tahun ini, untuk meningkatkan cakupan, diseminasi dan survei dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa melalui kerjasama dengan Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNMUHA. Untuk gelombang pertama, sejumlah 30 mahasiwa(i) Prodi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry yang telah mendapatkan pembekalan pada tanggal 08 Juli yang lalu akan ikut serta.

Kunjungan perdana dilakukan di Desa Jeulingke pada tanggal 25 Juli 2024, turut di bersamai oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh (Bapak Lukman, SKM., M.Kes), Kepala Kantor UNICEF untuk Aceh (Bapak Andi Yoga Tama), Ibu Maraita Listyasari (WASH Specialist UNICEF Indonesia), Direktur Yayasan Aceh Hijau (Ibu Syarifah Marlina AlMazhir), dan KaProdi Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry (Ibu Husna). Tim disambut oleh Kepala Desa beserta aparatur Desa Jeulingke, kecamatan Syiah Kuala.

Inisiatif ini diharapkan menjadi model kerja sama pelibatan kampus (mahasiswa) dalam menyukseskan agenda pembangunan, khususnya di bidang Air, Sanitasi dan Higiene. Hal ini juga menambah pendalaman pengetahuan dan pengalaman mahasiswa melakukan aksi nyata untuk menemukenali isu dan tantangan bidang Air, Sanitasi dan Hygiene di konteks masyarakat perkotaan, yang selama ini mereka pelajari di dalam ruang kelas. UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau mengharapkan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkontribusi untuk mendukung perencanaan bidang Air Sanitasi dan Higiene yang lebih baik dan berbasis data. Hal ini juga tentunya membuka peluang dan minat yang lebih besar untuk melakukan berbagai kajian terkait isu isu pembangunan di bidang air, sanitasi dan higiene di kalangan mahasiswa dan berkontribusi pada penyiapan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung agenda pembangunan di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *