Banda Aceh, 08 Agustus 2024 — Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan iklim dalam perencanaan sektor air dan sanitasi, BAPPEDA Kota Banda Aceh bersama UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau menyelenggarakan Pendampingan Lanjutan Assessment Kerangka Kerja Air Minum dan Sanitasi Berketahanan Iklim dan Evaluasi Rumusan Raker pada 08 Agustus 2024 di Aula kantor Bappeda Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis lanjutan kepada Pokja PKP Kota Banda Aceh dalam mengintegrasikan hasil asesmen PERIKSA ke dalam dokumen perencanaan air minum dan sanitasi yang berketahanan iklim. Agenda ini melibatkan 35 peserta, termasuk anggota Pokja PKP Kota Banda Aceh, serta perwakilan dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Search and Rescue (SAR) Provinsi Aceh, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh, dan BMKG Provinsi Aceh. Kehadiran peserta lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam merancang program yang lebih responsif terhadap perubahan iklim.
Aceh menghadapi masalah besar dalam hal sanitasi yang dikelola dengan aman. Data dari Susenas 2023 menunjukkan bahwa hanya 17,2% akses sanitasi di Aceh yang dianggap aman, dan seringkali infrastruktur yang ada tidak berfungsi secara optimal. Selain itu, survei kualitas air mengungkapkan bahwa 87% dari sumber air yang diperiksa terkontaminasi E. coli. Situasi ini semakin rumit dengan risiko tinggi terhadap berbagai bencana alam dan dampak perubahan iklim, yang semakin memperburuk kondisi sektor air, sanitasi, dan lingkungan.
Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Andi Yoga Tama, menyatakan harapannya agar melalui pendampingan ini, peserta mampu menggunakan alat asesmen yang nantinya dapat menjadi rujukan dalam menyusun dokumen perencanaan seperti strategi sanitasi kabupaten/kota dan lainnya.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan komitmen UNICEF untuk melakukan pendampingan, masukan, dan advokasi kepada pemangku kebijakan, saat ini UNICEF memperkuat pemerintah Kota Banda Aceh yang menjalankan amanat Bappenas dengan penguatan aspek ketahanan iklim di semua sektor yang didampingi oleh UNICEF,” ungkap Andi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, FADHIL, S.Sos., MM, menyampaikan bahwa, “Pemerintah memberikan apresiasi kepada UNICEF dan Yayasan Aceh Hijau yang telah bekerja sama dan berkolaborasi, semoga kegiatan ini bisa sungguh-sungguh dilakukan dan ditindaklanjuti. Marilah kita semua, khususnya Pemerintah Kota Banda Aceh untuk lebih serius, untuk bekerja sama dan berkolaborasi sehingga hasil ini bisa kita buktikan di lapangan untuk bisa berketahanan dan berkelanjutan,” papar beliau.
