Banda Aceh, 8 Juli 2024 - Dalam upaya mendukung Pemerintah Provinsi Aceh mencapai target 80% akses sanitasi layak dan 13% akses sanitasi aman pada tahun 2026, Yayasan Aceh Hijau bersama UNICEF dan Pemerintah Aceh menyelenggarakan kegiatan Orientasi dan Survei Sanitasi Aman dengan Pelibatan Perguruan Tinggi secara hybrid di Aula Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kerjasama antara universitas dan pemerintah dalam meningkatkan capaian sanitasi aman. Selain itu, acara ini juga ditujukan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya sanitasi aman di masyarakat, serta memberikan pelatihan penggunaan alat inspeksi sanitasi aman yaitu Kobo Toolbox.
Dalam kegiatan ini, terdapat 72 peserta yang hadir secara daring, bahkan beberapa di antaranya merupakan peserta yang berasal dari provinsi-provinsi di luar Aceh. Sementara itu, peserta luring terdiri dari 32 mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry. Dalam kesempatan ini, hadir pula Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, para dosen Teknik Lingkungan, DLHK3 Banda Aceh, Dinas Kesehatan Banda Aceh, LP2M, Sanitarian, Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, Advisor Sanitasi Aman, WASH Consultant UNICEF Aceh serta tim Yayasan Aceh Hijau.
Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina Almazhir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Persoalan sanitasi tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak yaitu pemerintah, tetapi perlu melibatkan seluruh stakeholder agar bisa mencapai target yang diharapkan.
“Kampus dan akademisi tentu memiliki peran besar dalam kontribusi dalam upaya menyebarkan pesan-pesan kunci terkait isu sanitasi ini dan pada akhirnya juga dapat berkontribusi melalui riset, melalui fokus studi yang dilakukan oleh adik-adik kita sehingga nanti akan lebih banyak lagi kajian-kajian terkait sanitasi yang bisa dilakukan, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, sektor swasta, ataupun CSO namun juga oleh mahasiswa untuk mendapatkan ruang penelitian yang lebih banyak lagi,” ujar Syarifah.
Ketua prodi Teknik Lingkungan UIN Ar Raniry, Husnawati Yahya, S.Si, M.Sc, menyampaikan dukungan penuh untuk kegiatan orientasi ini. “Sanitasi itu sangat penting, maka kami dari Prodi Teknik Lingkungan sangat mendukung karena adik-adik mahasiswa ini akan menjadi generasi penerus untuk menjadi penggerak sanitasi aman,” pungkas Husnawati.
Sementara itu, Andi Yoga Tama selaku Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, menyebutkan bahwa tantangan isu sanitasi bukan hanya dari infrastruktur namun juga perubahan perilaku. Beliau juga menegaskan urgensi kerjasama lintas sektor untuk mendorong meningkatnya capaian sanitasi aman.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan kita untuk mengakselerasi tercapainya Sanitasi Aman di Provinsi Aceh, khususnya kota Banda Aceh dan Sabang karena sudah bebas dari praktik BABS. Tentunya, kegiatan terkait sanitasi bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau tugas Dinas Lingkungan Hidup saja namun tugas seluruh sektor. Universitas atau akademisi merupakan salah satu komponen yang utama dalam menciptakan lulusan-lulusan yang ahli di bidangnya termasuk di bidang sanitasi dan tentunya universitas sebagai pusat riset dan penelitian untuk menemukan hal-hal baru untuk mengatasi permasalahan di Aceh khususnya dalam sektor sanitasi,” kata Andi.Sesi orientasi dalam kegiatan ini membahas tantangan dan urgensi sanitasi aman di Aceh dan melatih mahasiswa untuk menjadi surveyor tangki septik aman melalui metode pemaparan, diskusi, tanya jawab, dan role play. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi penggerak untuk mengintegrasikan sanitasi aman dengan pengabdian masyarakat atau KKN dan menjadi salah satu basis tugas akhir mahasiswa.
