IG Post - Logo ACEH HIJAU

Banda Aceh, 24 Juni 2024 - Rayakan pencapaian, Yayasan Aceh Hijau, UNICEF, dan Pemerintah Aceh menyelenggarakan Lokakarya Diseminasi Pembelajaran dan Praktik Baik Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro-DAI) di Aula Kantor Kementerian Agama Aceh secara hybrid dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Acara ini menandai puncak dari rangkaian kegiatan yang mencerminkan dedikasi, kolaborasi, dan kerja keras untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang dan pendidikan anak di Aceh melalui penguatan kapasitas stakeholder pemerintah, perwakilan dayah, dan desa.

Kegiatan ini melibatkan 80  peserta dari unsur pemerintah dan organisasi masyarakat (CSO) seperti Ketua HUDA Aceh, Komisi 6 DPR Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan Dayah, dan DP3AP2KB. Hadir pula perwakilan tenaga pendidik/pengasuh pesantren dayah, perwakilan santri serta perwakilan remaja desa. 

Rangkaian kegiatan lokakarya meliputi penyampaian keynote speech, Panelist Session, dan penyerahan penghargaan kepada dayah & desa. Sesi pemutaran video, showcase Praktik Baik, serta penyampaian Cerita Sukses oleh perwakilan santri dan remaja desa turut menyemarakkan momentum puncak ini.  

Selaku Direktur Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina AlMazhir menyampaikan bahwa program ini hadir untuk membersamai Dayah, di mana setiap orang tua yang menitipkan anaknya di Dayah dengan penuh harapan untuk anaknya.

“Keunikan dari program ini tidak hanya intervensi di tingkat dayah tetapi juga di pemerintah, desa dan orang tua. Cerita baik dan dokumentasi program dapat di lihat di website Yayasan Aceh Hijau. Kami berharap produk pengetahuan ini nantinya dapat menjadi mekanisme rujukan sebagai referensi,” ungkap Syarifah.

Project Manager Pro-DAI, Maulina Sari, berharap kegiatan Pro-Dai ini harapannya bukan hanya sekedar program tapi menjadi sesuatu yang berkelanjutan. “Kegiatan kita hari ini merupakan kegiatan untuk kita berefleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, melakukan diseminasi dan mengambil pembelajaran dari praktik-praktik baik yang telah dilaksanakan.”

Ketua Umum PB HUDA, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, menyebutkan bahwa Dayah adalah lembaga pendidikan yang latar belakangnya sudah wujud sebelum berdirinya Republik Indonesia. Lembaga-lembaga di dayah juga menjadi tempat bagi anak-anak mengenyam pendidikan. “Kondisi dunia dayah merupakan pencerminan kondisi masyarakat. Ketika dayah berhasil menghasilkan anak-anak yang terdidik maka anak-anak tersebutlah yang kemudian akan menerapkan kebaikan di lingkungannya,” tutup beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *